
Firenze, Italia — Pemerintah Indonesia terus memperkuat nation branding melalui penguatan diplomasi budaya, khususnya jalur kuliner atau gastrodiplomasi. Kuliner dipandang sebagai medium diplomasi publik yang efektif dalam memperkenalkan nilai, tradisi, dan identitas bangsa Indonesia di kancah internasional melalui bahasa universal berupa cita rasa, aroma, dan pengalaman bersantap.

Menurut Junimart Girsang, gastrodiplomasi menjadi salah satu pendekatan efektif dalam memperkenalkan identitas, nilai, serta kekayaan budaya bangsa kepada masyarakat dunia. Melalui kekuatan kuliner, Indonesia tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga narasi sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang melekat pada setiap hidangan khas Nusantara.
“Kuliner merupakan bahasa universal yang mudah diterima oleh semua kalangan. Melalui gastrodiplomasi, Indonesia dapat membangun citra positif sekaligus memperkuat daya tarik bangsa di mata internasional,” ujar Junimart Girsang.
Ia menambahkan, upaya penguatan diplomasi kuliner perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan berbagai kegiatan promosi budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif. Perwakilan Indonesia di luar negeri diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara sebagai bagian dari strategi besar nation branding Indonesia.

Sebagai negara dengan kekayaan budaya dan rempah-rempah yang telah dikenal dunia sejak berabad-abad lalu, Indonesia memiliki potensi besar menjadikan kuliner sebagai instrumen diplomasi yang strategis. Keragaman cita rasa dari berbagai daerah Nusantara mencerminkan sejarah, alam, serta kearifan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat internasional, termasuk di Italia yang memiliki tradisi gastronomi kuat dan apresiasi tinggi terhadap seni kuliner.

Dalam rangka memperkuat diplomasi kuliner Indonesia di Italia, KBRI Roma bersama mitra terkait akan menyelenggarakan acara bertajuk “Spices and Flavours from Indonesia” pada 16 Desember 2025 di Istituto Saffi, Firenze. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya promosi kuliner Indonesia di Eropa melalui penyajian hidangan Nusantara dalam format kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisi.
Acara ini menghadirkan kolaborasi dua chef ternama, yakni Chef Reza Permadi, chef dan pemilik Restoran Berempah di Den Haag, Belanda, serta Chef Marco Feltrin, chef dan pemilik Restoran Feria di Italia. Restoran Feria dikenal sebagai satu-satunya restoran fine dining bernuansa Indonesia di Italia dan telah masuk dalam Michelin Guide sejak 2023, meraih satu topi dalam Espresso Guide, dua “mappamondi” dari Gambero Rosso, serta masuk dalam daftar 500 restoran terbaik di Italia tahun 2024.

Sementara itu, Restoran Berempah di Den Haag dikenal luas sebagai destinasi kuliner Indonesia dengan cita rasa rempah autentik dan kualitas masakan yang konsisten, menjadikannya pilihan favorit diaspora Indonesia maupun masyarakat lokal di Belanda.
Dengan mengusung konsep “four-handed lunch”, kedua chef akan menyajikan menu eksklusif bernuansa Nusantara yang menonjolkan kekayaan warna, aroma, dan cita rasa rempah Indonesia dalam kemasan modern. Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 undangan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan wajah kuliner Indonesia yang dinamis dan inovatif.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga didukung oleh Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Firenze, Jacopo Cappuccio, serta merupakan hasil kerja sama strategis KBRI Roma dengan Istituto Saffi, salah satu institusi pendidikan kuliner dan perhotelan tertua dan terkemuka di Italia. Kemitraan ini membuka peluang perluasan promosi kuliner Indonesia di berbagai kota di Italia melalui jejaring pendidikan, industri hospitality, dan komunitas profesional.

Lebih dari sekadar promosi kuliner, kegiatan “Spices and Flavours from Indonesia” diharapkan dapat mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Italia, membuka peluang kerja sama di bidang gastronomi, pariwisata, dan ekonomi kreatif, serta menjadi landasan jangka panjang bagi penguatan citra gastronomi Indonesia di Eropa.*slt




