DaerahNasionalNewsViral

Duta Besar Luar Biasa BP-RI untuk Italia Prof. Dr. JUNIMART GIRSANG ,- Jadi Panelis High-Level Side Event FAO Bahas Tata Kelola Lahan, Perikanan, dan Kehutanan

Roma, 22 Juli 2026 – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Italia merangkap Republik Malta, Republik San Marino, Republik Siprus, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), Program Pangan Dunia (WFP), serta Lembaga Internasional Lainnya di Roma, Prof. Dr. Junimart Girsang, menjadi panelis pada High-Level Side Event bertajuk “Land, Fisheries and Forest Tenure: An Inclusive and Resilient Rural Transformation” yang diselenggarakan di sela-sela 30th Session of the FAO Committee on Agriculture (COAG 30) di Markas Besar FAO, Roma, pada 22 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI menyampaikan pengalaman Indonesia dalam mendorong tata kelola lahan, perikanan, dan kehutanan yang inklusif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, mewujudkan pembangunan pedesaan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indonesia terus berupaya menghadirkan kebijakan yang memastikan akses yang adil terhadap sumber daya agraria dan perikanan, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Prof. Dr. Junimart Girsang juga menegaskan pentingnya kebijakan yang berpihak kepada petani kecil, nelayan, masyarakat adat, perempuan, dan generasi muda sebagai aktor utama dalam membangun sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan hak atas penguasaan dan pengelolaan lahan, perikanan, serta kehutanan menjadi fondasi penting dalam menciptakan transformasi pedesaan yang mampu menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim, krisis pangan, dan ketidakpastian ekonomi.

Forum tingkat tinggi tersebut menghadirkan para pembuat kebijakan, perwakilan organisasi internasional, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman serta memperkuat implementasi Voluntary Guidelines on the Responsible Governance of Tenure (VGGT) sebagai instrumen penting dalam mendukung sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk terus berkontribusi dalam memperkuat kerja sama multilateral di bidang pangan, pertanian, perikanan, dan kehutanan. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Indonesia mendukung upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan global sekaligus mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan pembangunan pedesaan yang inklusif.*slt

Related Articles

Back to top button