
ROMA–Kiprah politik dan diplomasi Junimart Girsang kini telah merambah panggung internasional. Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang lahir pada 3 Juni 1963 di Medan ini resmi mengemban amanah baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia sejak 24 Maret 2025 lalu.
Sebelum bertolak ke Roma untuk menjalankan misi diplomasi negara, sosok konsisten berdarah Batak asal Sidikalang, Sumatra Utara ini merupakan salah satu legislator paling vokal dan berpengaruh di Senayan selama satu dekade penuh (2014–2024).
Sepuluh Tahun Mengawal Reformasi dan Pertanahan di DPR RI
Menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode dari daerah pemilihan Sumatra Utara III, Junimart dikenal luas atas ketegasannya. Pada periode 2014-2019 duduk di Komisi III dan salah satu pimpinan di Mahkamah Kehormatan Dewan 2014-2017 (MKD), 2019–2024 ia ditempatkan di Komisi II yang memegang peranan krusial dalam membidangi pemerintahan daerah, otonomi daerah, aparatur negara, reformasi birokrasi, kepemiluan, serta pertanahan dan reforma agraria.
Berkat kepemimpinan dan integritasnya, pada tahun 2021 hingga 2024 Junimart dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Di posisi inilah ia aktif mengawal berbagai kebijakan nasional terkait pelayanan publik dan regulasi kepemiluan dan berjuang untuk para Tenaga Honorer untuk diangkat menjadi PPPK (P3K).
Fondasi Hukum dari Unpar dan Karier Pengacara Litigasi dan Korporasi
Ketajaman Junimart dalam berargumen di dunia politik dibentuk oleh latar belakang hukum yang sangat matang. Menghabiskan masa kecil di Sidikalang—di mana ibunya mendedikasikan diri sebagai perawat di RSUD setempat—Junimart memilih merantau ke Bandung usai lulus SMP.
Pada tahun 1983Ia menamatkan pendidikan di SMA BPPK Bandung, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) hingga merengkuh gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 1990. Hanya setahun setelah lulus, tepatnya pada 1991, ia mendirikan kantor hukumnya sendiri, Junimart Girsang, S.H. & Rekan (JnR). Sebagai advokat, ia kerap dipercaya menjadi kuasa hukum bagi para pejabat publik, Publik Figur serta berbagai perusahaan multinasional, baik di dalam maupun luar negeri. Guru Besar (Prof) Ilmu Hukum Pertanahan di UNISULA Semarang.
Dubes utk 4 Negara (Akteditasi): Rep. Italy, Malta, Siprus dan San Marino serta 4 Lembaga Internasional: FAO, IFAD, WFP dan UNIDROIT
Tak hanya itu, sisi akademisnya tetap terjaga di tengah kesibukan berhasil menambah pundi pundi jenjang pendidikan ke tahap S2 dan S3 Fakultas Hukum UNPAD Bandung, M.IP., MI.Kom Univ. Darma Agung Medan.
Sejak tahun 2013, Junimart tercatat aktif membagikan ilmunya sebagai dosen tetap di program studi Ilmu Hukum Universitas Internasional Batam (UIB).
Dinamika Politik: Sikap Tegas dan Kontroversi Ormas
Perjalanan karier politik Junimart di dalam negeri juga tak luput dari dinamika yang panas. Salah satu momen yang paling menyita perhatian publik terjadi pada November 2021. Menyusul bentrokan berulang antara ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) di Ciledug, Tangerang, Junimart dengan tegas meminta Kementerian Dalam Negeri untuk mengevaluasi, memanggil, bahkan mempertimbangkan pencabutan izin ormas yang terus memicu keresahan masyarakat.
Sikap lantang ini memicu reaksi keras. Gelombang demonstrasi massa PP sempat mengepung Gedung DPR pada 25 November 2021, menuntut permintaan maaf langsung hingga desakan kepada Megawati Soekarnoputri agar melakukan Penggantian Antar Waktu (PAW) terhadap dirinya. Menunjukkan kedewasaan berpolitik demi meredakan tensi, Junimart menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada media di Kompleks Parlemen pada hari yang sama.
Kini, riak politik domestik tersebut telah berganti dengan meja diplomasi. Dari Sidikalang menuju Roma, Dr. Junimart Girsang membawa seluruh pengalaman hukum dan legislatifnya untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia di kancah dunia. Dalam beberapa forum resmi AHY yang dihadiri Junimart kerap menyapa from Legislator to Ambasador.




